“Setelah Embun disembunyikan butirannya” Kugurat-gurat rindu di dinding-dinding Di alas-alas, di pucuk-pucuk kenangan, Taukah kau sejengkal ingatku dalam lamun ranum Di ufuk fajar bertampuk cahaya Yang menikam kian tajam kelorong- lorong Persembunyian jiwa Betapa aku rebah ingin mengguratkan sajak Tentang jejak dan telapak-telapak, menelanjangi biji kopi dan melumatnya Menjadi wangi mengambang Mengambil sari terpahit dan terbaik Menyisakan ampas dan menyiasati pahitnya Tak sampai kehulu hati, namun Manisnya tersungging di bibirmu Aku rebah meraup dan merebus ratusan kata Memilah-milah salah, dosa dan doa Terangkai jambang lembab yang tak kenal lelah Bersebab haluan mengarah di bawah rahmah dan istiqamah Setelah itu, sajak-sajak menyampai di hilir syair Tak perlu memintal ke muara Bandung, 2019