Rindu Adalah Ketiadaan



Pada musim gurun
Angin melipat-lipat rindu
Hening senja, ilalang bergoyang
Serasa getar hati terdera
Merasuki celah kopi,
Di alun air gemercik kecapi
di meja kenangan

berkas cahaya purba matahari
masih mengerak,
titik pandang indah geraimu
bibir ditindih hujan rayu
bila kata rahim senja
di rebus pujangga
pada tebing-tebing sunyi

kau seduh pun kopi senja ini
dari tungku jiwa
menyusup candu rindu
pada cangkir-cangkir harap
terhampar kehampaan

sesungguhnya rindu
adalah ketiadaan


Bandung, Akhir Maret 2019

Comments

Popular posts from this blog

APSARA

Diary Seorang Janda

Sajak Kemarau