Diary Seorang Janda


Rizal De Loesie


Hari-hari yang kupikul sendiri

Sejauh perjalanan siang merenda luka

Nganga pada belulang rapuh nan haus.

Kidung  sumbang antara riuh angin musim kemarau

Malam kubalur semua luka lebam keheningan

Menatap sepasang kaki buah hati

Dan menghimpun lagi setaman asa,

Dalam keridhaan, dalam keikhlasan

Bukankah semua dosa telah dilepas ikhlas

Semua salah berpulang takdir


Kini aku merupa dua nyawa,

Yang seharusnya luka dibagi dua

Tetapi, hidup lebih tau mengajari seperti alam

Seperti tegar karang dan musim hujan

Akan kurenda catatan dan harapan

Dalam diary seorang janda


Bandung, 2019


Comments

Popular posts from this blog

APSARA

Sajak Kemarau