** “ Kerinduan dan Kebengisan Burung Camar” Rizal De Loesie Ada yang harus kita tanggalkan sebelum tinggal remah waktu yang menjadikan lemah seberapa dalam ceruk jiwa mampu menabur bunga pada jurang terjal berbatu dan berdosa menjadi lumut mengerak menjadi tukak menguak segala onak yang tiada tampak ** kita harus lulus untuk lolos, dari jerat senyum senja menjamu malam durja ada yang harus kita lupa sebelum mengingat menanggalkan pasrah kekalahan di ujung jari elang lengang membiarkan cakrawala menulis catatan ** ada kerinduan dan kebengisan burung camar, mengibas kepaknya di atas buritan, menjulang terbang, mengawang di balik kutang menjalar pada serabut bakau mengikis buih menderu pada cangkar yang terbenam perahu laju tanpa haluan ** Kota Bandung, 19 November 2018