POHON RANGAS DI PUNCAK DAGO





Iustrasi Buku Antologi Puisi “Sekeras Karang Selembut Embun”


Bilamana aku tiada lagi bersajak tentang angin dan senja
kukatakan pada pohon rangas di pucuk “Dago” berkali-kali
aku takut dahanmu begitu rapuh untuk bertahan,
angin senja ini begitu dekat mengibas kejenuhannya
sedangkan aku disini, menatapmu dengan se cangkir kopi
sebelum turun se belok ke “Dago Pojok”

Dago Pojok, 2017

Comments

Popular posts from this blog

APSARA

Diary Seorang Janda

Sajak Kemarau