**


Kerinduan dan Kebengisan Burung Camar”
Rizal De Loesie

Ada yang harus kita tanggalkan sebelum tinggal
remah waktu yang menjadikan lemah
seberapa dalam ceruk jiwa mampu menabur bunga
pada jurang terjal berbatu dan berdosa
menjadi lumut mengerak menjadi tukak
menguak segala onak yang tiada tampak
**
kita harus lulus untuk lolos,
dari jerat senyum senja menjamu malam durja
ada yang harus kita lupa sebelum mengingat
menanggalkan pasrah kekalahan
di ujung jari elang lengang
membiarkan cakrawala menulis catatan
**
ada kerinduan dan kebengisan burung camar,
mengibas kepaknya di atas buritan,
menjulang terbang, mengawang di balik kutang
menjalar pada serabut bakau mengikis buih
menderu pada cangkar yang terbenam
perahu laju tanpa haluan

**
Kota Bandung, 19 November 2018



Comments

Popular posts from this blog

APSARA

Diary Seorang Janda

Sajak Kemarau