Tentang Angin dan Tongkang
Tentang angin,
mengibas
bendera tongkang di pelabuhan itu
menyandar
di kepasrahannya
sauh
telah mencengkeram dasar lumpur,
talinya
meregang ujung buritan
tertanam
bait-bait pahit diburai angin
laut
ini
alas
cakrawala dalam lukisan cahaya dan buram
air
mata penghiba dalam cerek menunggu lunar tajam
mencurah
bak darah ikan tuna
di
ujung malam cacian jangkrik dan burung hutan
kayu
lapuk teronggok sisi dermaga,
menjalari
buih-buih laut, menyisakan tiada
pada
sebelit akar bakau menjulai landai
hempas
balutnya mematah akar ganggang
sampan
cadik di labuhkan, ombak bersorak
riak
kata menyusup ke ceruk buritan
menghapus
haluan
Bandung,
15 November 2018
Comments
Post a Comment