KESEPIAN POHON MANGGA




pohon mangga itu, di halaman
engkau tau, dahannya rapuh rantingnya lengking
Dedaunan berangsur gugur, dera waktu tak pernah mundur
Akar yang kehausan dimusim hujan
lindungi dari terik kehidupan,
sejak dahulu
**
pohon  menyimpan kesedihanya
senja ditemani langit asing dan suram
jendela terus terkatup, menyigi ke dalam
sanubari. terdera detak waktu ke fajar nan beku
Setetes embun membasah tabah,
sebelum matahari membasuh mimpi
**
Akarnya, bergumpal kisah, dendang lengang
Mengintip jauh khayalan, entah masih ada
tanah- tanah yang basah.
meninggalkan jejak sepinya
menghujam pilar-pilar liar, menyerap tetes tetes embun 
yang terbiar
**
Lalu serajut dosa dan kilaf menjelma
ditiap rangkai puisi
menjadi bara tak berkesudahan
entah darimana simpulnya
kehendak lebuh ini, berbatu
Menyeru pada tugu- tugu bisu
Akarnya terpaut batu....


Bandung, 10 Desember 2018

Comments

Popular posts from this blog

APSARA

Diary Seorang Janda

Sajak Kemarau