Semenjana

Persuaan silam terjuntai pada langit ingatan
Pada masa kanak, menggiring ombak yang tak pernah sampai
Sebaris sajak berdarah-darah mengenang, betapa kasih bunda
memintalkan sayang sepanjang hayat, selimut jiwamu bila dera
mejadikan tiadamu.rengkuh kukuh di dada api dinyalakan doa ayah
ubunmu ditiup mantara-mantra tetua. Bunga rampai dan air kelapa
lalu kau dinamai, untuk kau catatkan dalam wangi-wangi kebaikan
tak  ada  sesempurna-Nya. Kesempurnaan batas insan semenjana
tiap jengkal tanah leluhur mengikut arah jalan,
jangan pernah salah mengarah
masa hanya sementara,
sejarak azan dan iqamah






Comments

Popular posts from this blog

APSARA

Diary Seorang Janda

Sajak Kemarau