"Akan Ada Waktunya"
Tiada terik ini
Menghujam dada,
memanggang jerami
petani
Meraup debu
perjalan
Penghiba,..
Belati membelah
langit, menukik
Tercampak
basa-basi.
Menancap rapuh
ranting
Gemercing
bertandang angin
Meliuk dalam nadi
para peminta.
Kau cembung
bungkam, tatap
Dari atap tetes
kesombongan,
Biarkan dercit
murai pagi menuju mati, nurani harus di beli...
Ranum senyum
dalam rayuan.
Bila bunga di
gugurkan...
**
Lintang halang
pahatkan rambu,
Jauhkan jalan
biar lelahnya memuas hasrat.
Tambatkan perahu
jika melaju,
Tetes luka di
balik tawa, sedewa mu memuja diatas nasib kelaparan.
**
Tutup saja pintu, bila ilalang tak lengang. kepompong
menjelma kupu... ada semilir di langit harap para pengharap...
Penghiba akan
terus mendekap penguasa semesta...
Siapa yang
menggadai andai, menggenggam badai...
Tiba waktu tiada
satu pintu pun,
Untukmu sempat melamun....
***
Comments
Post a Comment