AKASIA



Daun itu berguguran melambai bersama renyai, dan
Keangkuhan hujan merengutnya dari asuhan ranting,
Terlepas, pohon menatap pilu , hilang satu persatu ...
Ketika  denyut nadinya menghela nafas .......
Dera  berguguran akasia tak berkata apa-apa,
Ia kulum semua kenang daun yang malang....
**
Ia cengkream geram akar tertanam, membenam
Membalas dendam ... membalut alur-alur langkah
Tiap pejalan dan kelana bersandar .....
Menggamit serangga ketubuhnya,
Menuai angin menggerai hujan
**
Dan, sekelebat tabir membaca takdir,
Akasia lahir mengkuti alir..
Daun yang hilang dipinang yang datang,
menuai angin menahan badai .......
akasia lirih ber “tasbih”, hidup untuk memilih ???

KiaraCondong

Comments

Popular posts from this blog

APSARA

Diary Seorang Janda

Sajak Kemarau