Takdir
Tak kutuang kopi, aku ingin coklat
Kental mengendap lapis nuraniku,
Tersimpan sunyi rasa yang aku tahu,
Kusimpan sederai sendu,
Menutup erat sehangat jabat basa basi,
di dalamnya berkeranda duka.
**
Sedangkal ukur aku dalam pandang,
Bukanlah siapa, tiada mengapa...
Langit harus tumpah dindingnya rapuh,
dari rayap kata,
Terhunus dalam di lembah duka,
Entah dimana perih terlabuh.....
**
Langit mengapung tumpuan mata
hingga buih putih menggapai luruh,
Ketulusan tunduk nyanyian elang,
Buih murni berputar, tak kan mampu
Mengikis karang...
**
Lalu biarkan sajak bersabar bait,
Bukankah ritma bergayut sujud,
Tiadalah tangan manusia, hanya meminta
di garis takdir..........
Comments
Post a Comment