Tanah-Tanah Yang Ramah



garis bibirmu, kulihat perjalanan
Dan gurun pasir yang gugur,
Telaga yang kering dari kasih
Batu yang keras karena rindu
Segaris jalan hening kini
Mengental dan beku

*
Dari lisanmu diam,
Puisi-pusi yang lahir
Dari kelam Rahim cinta
Diasuh rembulan sabit
Di pucuk-pucuk kemilau
Basah air mata
*
Dari jalanmu yang lunglai  
Di sisi makam,
Kutemukan tabah di tanah-tanah
Yang kelak ramah
Menjamah segala kesah


Comments

Popular posts from this blog

APSARA

Diary Seorang Janda

Sajak Kemarau