Langit Malam
Langit malam sisa Desember,
Cahaya redup, jalanan tak pernah sepi
Lalu lalang kehidupan,
Punguti sisa matahari mimpi yg sunyi
Di bawah tatakan cangkir kopi
Leleh puisi terentang setahun juang,
Dari lembah dan tebing meniti curam
Bebatuan itu menyandung langkah,
Setelah rebah...
Dingin bumi alirnya di nadi..
Membangun lagi serambi mimpi
Kala kecipak terkuak.... Alunan nada
Dari bisik jiwa....
Membawa cawan retak itu kelangit
Menuruti rasi bintang...
Hingga lengang terbuang
kau tanam dari belantara kata,
Terus mengalir.....
Karena kau adalah air........
Mengalir serasi jiwa yang tak mati
Comments
Post a Comment