PETANG


Hei... Petang menjelang adinda,
Keperakan awan mencumbui matahari
Kadang panas,  senantiasa ada
hembusan angin kota
Aroma hiruk kepenatan jiwa,
Dari mulut gang.. Keujung lelah
Berhenti kata pada tenda-tenda,
Penghentian kah itu... ?
**
Adinda,  petang itu dia !
Menjelma dirambutmu yang kau gerai
Puluhan tahun dulu,
Berbalut pada kerudung masa yang tak
Bisa disembunyikan dari kata,
Kata pemanggilmu...
**
Petang itu sejengkal, sempat atau tidak
Berteduh dibawah langit menjemput senja
Hingga gelisah kegulitaan menjadi tiada,
Tiada,  hening pusara menghapar lelah,
Sebelum perhitingan dosa.
**
dan... Ladang menguning,  merangas
Kau rindukan hujan dari sesak ini,
tidak..
Mungkin gelora matahari berlipat,
Memeluk dasyat.......

Comments

Popular posts from this blog

APSARA

Diary Seorang Janda

Sajak Kemarau