Nyanyian Karang
Nyanyian Karang (bagian-1)
Duka menjelma dari riak isu langit, kelam sesaat bara jiwa beronta melonjak menaikkan gelora api darah. Menganga luka-luka dari terpa kata. ke ujungnya kesabaran tumbang. Angin siang meniup terali usang berabad rasa tergenggam. Adakah se cuil iman dinginkan api dalam peluh matahari jika lampu-lampu terbengkalai kala malam menusuk kesendirian. Lesap...
**
Terbang angan menghilang lengang, daun berguguran rasa menusuk sembilu jiwa, kala itu hanya rasa yang tak berasa. Menghambar sepotong bala-bala terkunyah kepahitan terhimpit mimpi. Di sudutnya ada sisa waktu menunggu sebelum cerita tamat.
**
Lalu, engkau intip cahaya bulan siluet gadis berambut panjang terurai, sepadan nyanyian nyiur di balik bulan. Terseok langkah di butir pasir pantai di sana masih terpaut perahu sunyi, tak kah berlayar lagi karena pagi terlalu dekat memeluk senja,
**
Dan. Seonggok puisi menjadi sunyi sajak tertapak karang di bawahnya terkubur segala asa, lembab berlumut. Hidup tak nyala mati tak reda.
Comments
Post a Comment