Melukis Langit

Langit
Dipinggangnya se cangkir kopiku,
Dan. Sebait sajak
Menunggu sepoi dipelataran ini,
Bersamamu....
Memandang hampar pucuk teh..
Seraya kata tak banyak teraduk,
Mengendap di dasar cangkir kenangan..
**
Berlalu angin ini.....
Meniup rajut-rajut senja yang tiada,
Dari ketidak sempurnaan....
Membangun mahligai perjuangan,
Di mana jiwa dipertaruhkan,
**
Lukisan langit itu,
Pasti engkau lihat, betapa rautnya
Dapat termaknai,  seperti sajak
Yang tak kan mati....

Comments

Popular posts from this blog

APSARA

Diary Seorang Janda

Sajak Kemarau