Senja Bergiwang

Senja bergiwang  rona buram, ujung kota di lamun hujan,
Pohonan tak tau wujud  ceria dalam temaram lampu atau,
memilukan rasa dingin dalam kedunguan,
Tanah yang lembab, bangku yang basah …
Di lubuk tatap mencekam jauh ke nurani,
Mengintip antara getar-getar senja ini
Dimana bulir-bulir semerbak kuncuk untuk kudendang
menjadi mekar di pelukanmu, setelah senja ini
Malam bersapu rantau cahaya, sedang engkau ranumkan duka
Jauh menghening bersama laron-laron, dan
Cahaya tiada peduli kepada aku, aku yang menatap dalam
Mencari rangkai kata di atas bara yang menjadikan
Sunyi bercahaya ….
Beri aku pedang kata, beri aku tameng jiwa,,,,
Untuk melukiskan senja-senja ini di beranda,
Dan membiarkan  dera angin bertiup ke jendelamu

Dago 4 Des 16

Comments

Popular posts from this blog

APSARA

Diary Seorang Janda

Sajak Kemarau