Musim Yang Terhenti
![]() |
| dokpri |
Rizal De Loesie
Yang
menguasai hati
Memetik
hari
Dari jiwa
berlayar segumpal cinta
Sementara
hati hanya keping yang lumrah pecah
Namun
selembar hari hampir sama,
meregang
nyawa ditumpukan dosa
Lampu telah
dipadamkan,
Cahaya hati
meruarkan aroma benci
Kelopak
mawar telah rarak berderai
sayap
terhentak
Diam
menyigi lekuk dalam nan pergi
Bisu hanya se-kelebat rasa mengiris bait puisi
samudra yang kian berderu
sampan telah dipautkan
di ranjang-ranjang bisu
se-tampuk hujan akan turun,
meleleh di sayap waktu yang tak pernah laju
mengebat tali jiwa di tiap tingkap
mengintip ke dalam musim yang terhenti
aku hanya melihat diriku sendiri
teramat lekat, teramat pekat
Bandung, 2020

Comments
Post a Comment