galamedia.com

























Kabut Kota Suatu Pagi
Rizal De Loesie
Dalam sisa kabut, aku susuri jalan teramat mati
Tak ada rambu yang pantang dilanggar
Sunyi merambah tiap detak hanya hampa
Mungkin ketakutan telah mengurung kita
Diam-diam mencengkram kukunya
Udara asing, dari kota yang biasa bising
*
Kita membeli rasa takut,
Tentang kesunyian itu sendiri,
Bersendirian ketakutan dan kecemasan
Memenangkan diri
*
di sini, sepanjang ruang-ruang  lengang
catatan telah ditumpuk, angka-angka disusun
………………… Jika iya,
Apa yang sungguh kita bawa
Memeluk sunyi hakiki

Bandung, 2020


Comments

Popular posts from this blog

APSARA

Diary Seorang Janda

Sajak Kemarau