Tiga Puluh Tujuh Setengah Purnama

walHere

Rizal De Loesie
Tiga puluh tujuh setengah purnama
menyabur pekat cawan kopi
mengarau rasa, dengan bilah sembilu,
suara riuh mencumbu desir angin
sepasang burung camar saling menakar,
sibak kepaknya melukis merah rekah bibirmu
mengurung getar sukma, cahaya nakal mengintip
lipatan hasrat
dan engkau sebenar-benar utuh
meliuk lekuk garis pantai, memancang ombak
*
Tiga puluh tujuh setengah purnama itu
anak-anak bakau telah lahirkan anyir lautan
memanjangkan syair,
dan doa seharusnya telah dirapalkan,
dalam kemilau gaun awan keperakan
angin, pasir, camar dan deru ombak adalah perhelatan
ada yang tinggal, namun merupa darah ingatan
musim telah memberi arah yang salah
*
Tiga puluh tujuh setengah purnama,
Apalagi yang bisa kusampaikan kepada bulan
Selain rindu…………..

Bandung, 2020

Comments