Selembar Daun dan Kupu-Kupu









Rizal De Loesie

Mari kita main kupu-kupu
Taman ini adalah syurga,

Sebelum senja menjejak sumingrah matahari kepembaringan
Aku hanyalah selembar daun yang sempat engkau kunyah,

Kini, ranting enggan memanah cinta ke tubuhku yang menguning dan sepuh
waktu dan angin menakdirkan, menidurkan jasadku yang lusuh

Tulang-tulang telah rapuh,

kau titipkan cangkang pecah, begitu lekat bau tubuhmu,
yang berbagi sari dari ranting, sama tertindih nasib
ku asuh sejak rupamu ulat

Kini, warna sayapmu adalah nafas dan raut wajahku
Yang kubangun di atas ruas kerelaan

terbanglah kupu-kupu, terbanglah bahagialah
biar kujaga cangkangmu yang tersisa
sebagi tanda jejakmu

Bandung, 2020

Comments