Selaksa Nyala Renjana
Rizal De
Loesie
Desau daun
bambu memuja syair angin
Tempat
kutitipkan bait tentang kemarin
Tak ada
lagi kata yang digubah pujangga
Seindah
mutiara yang terpajang di bola matamu
Ingatan
memacu ujung kuas latar langit
Pada awan
kugubah bayangan
Tentang
kamu
*
Jangan
bebani aku dengan kata rayuan
Tak lagi
kutemukan diksi yang lebih berani
Untuk
membawa selaksa renjana
ke dalam
ceruk rindu itu
palung
lekukmu mengayun selaksa rona
tak lebih
arif dari rasa,
menggugurkan
sedekap napas lara
ke ruas-ruas
bambu,
dan angin.
Mengantarkan nyala bara
tak padam-padam
Bandung,
2020

Comments
Post a Comment