Tangkuban Perahu
Rizal De Loesie

Langit putih tenunan dayang Sumbi
sehampar cahaya mencium punggung gunung
Aroma belerang menguak mimpi Sangkuriang
Legenda alam, tercecah kisah di urat bambu
Pembenaran dan hikayat melahirkan rasa
Rasa cinta. Katamu, sebesar telengkup gunung
kita jejaki. Akar-akar melilit nasib terpahat lembah
Fosil berjuta tahun diasah jejak sampai ke jari
Sepanjang itu keyakinan tumbuh

sumpah tak pernah sembarangan
Janji merupa pekat debu mengeras menjadi batu
Sekecil apa butiran debu Tangkuban Perahu
Maka hiduplah dalam keteguhan
Kawah nyala keyakinan semesta

Di sini, kita nikmati sunyi irama angin
Mencari kata hatimu. Dan aku
Dalam perhelatan cuaca dan musim

“Tangkuban Perahu perawan semesta,
Alam mengajar sejarah, sejarah mengarah langkah
Keteguhan harus hakiki, dan cinta harus abadi”

Gunung Tangkuban Perahu tak pernah sepi
Setelah seteguk kopi ini kau akan kembali ?
Dalam derai dan senyuman Dayang Sumbi

Bandung, 2020

Comments

Popular posts from this blog

APSARA

Diary Seorang Janda

Sajak Kemarau