Pelukan Diksi



Rizal De Loesie

Mungkin hujan tak begitu mahir memagut lengan
Biarlah ku seduh sebait puisi  dirangkulan
Sementara rebas mencatat detak irama dada
Di luar dedaunan berpelukan tanah basah
:mungkin purba rindu
Mentakdirkan hangatnya air mata

Kepul kopi pun wajah pengantar kisah
lincah   menemukan semu
Sedang kepergian jeda kalimat rindu

Kemarau telah lama mengajarkan sepi
Berpanjang-panjang sejarak engkau
Namun katup jiwaku merahimkan kunang-kunang
Menemukanmu dalam cahaya yang kuanggap bulan

Jika datang jua, datanglah merupa angin
Agar kemarauku tak terpaut igau
getarkan lagi gulungan ombak di dada kita
Nyalakan bara perapian puisi
Akan kuseduh lagi berjuta pelukan diksi
Menjadi ritma napasmu yang paling sahdu

Bandung, 2020


  

Comments

Popular posts from this blog

APSARA

Diary Seorang Janda

Sajak Kemarau