Leunca

Rizal De Loesie

Maka itu, makanlah
Jemarimu membayang urat nasib
Bagai akar sepanjang tebing “Keraton”
Angin  meniup bara lepuh kulitmu
Dari pucuk matahari
Kusajikan ikan peda dan lalap leunca
Engkau terbiasa menguleg hidup
Sekering cengek. Dan selepasnya
lukislah awan dalam linangan airmata
Engkau tahu, hidup sama perihnya

2020, Bandung

Comments

Popular posts from this blog

APSARA

Diary Seorang Janda

Sajak Kemarau