Arah Angin


Rizal De Loesie


Angin memilin jua setelah tanjakan diiringi sayap merpati. Berterbangan menggamit senja yang masih berkemas, matahari perkasa dalam usia tak perjaka lagi. Rimbun pohonan dengan buah padat mengkal menyandar di dadaku yang getar. Bukan karena senja belum datang, tetapi angin memutar darahku. Hanyut tali jiwa terlilit garis bibirmu. Tetapi kau tahu, memaknai senja hanya sejenak. Maka biarkan kelepak merpati beriuh riuh dalam pagutan angin yang sahdu. Sebelum senja benar berlabuh dan merinai di matamu. Namun kita tahu cara merubah arah angin. Walau di dadaku mungkin di dadamu rindu tak terkisau angin.

Comments

Popular posts from this blog

APSARA

Diary Seorang Janda

Sajak Kemarau