Tanjakan Emen
Rizal De Loesie
Jka kenangan tumbuh di pucuk teh
Kuseduh air mata di tanjakan emen ini
Lelah merubah arah matahari, tajam di dadaku
Setinggi tanjangan di ulu hati
memeram luka lama urat nadi
Kini napas satu-satu
Mengeja serpih awan, mengeja jarak
Terlamun jauh dan tajam tikungannya
Seperti menyisih badai, engkau matahari
Yang padam di dada, dan serabut bulan rekah
Patah di dermaga. Hanya desau tersisa
Biar kueja napas mu dalam diriku
Yang tak sampai-sampai
2020

Comments
Post a Comment