Merah Darah
Rizal De Loesie
Suatu saat, ingin ku berjemur di pucuk matahari
Kala malam kubergayut di bulan purnama
Sesempurna rekahmu nan merah darah
pun hujan menderukan kelopak ingatan
lereng-lereng tajam, lekuk-lekuk nan diam
Menguliti kabut jiwa yang fana
Kekal adanya bilur sampai senja
Hujan itu percuma
Hanya menganggukkan tangkai mawar
Tak menjatuhkan benang sari
Suatu saat ku berlari di atas lautan
Awan di kepala mengajari luasnya samudra
Cicit camar keletihan…
buih membasuh airmata

Comments
Post a Comment