ANGIN YANG MERAHIMKAN SYAIR
Rizal De Loesie
Aku hafal benar dengan
angin,
Aromanya, warna dan
tabiatnya
Bersebab dianya
senantiasa ada
Walau dalam ketiadaan
Kedangkalan pikiran.
Rasa
Dan pengharapan
Di jejaknya lambai
jiwaku dan
Memancang tanda-tanda
Meruap pada dinding
dengan lukisan rupa
Aku hafal benar
riuhnya hentikan geloraku
Bersenandung pita
suara pecah di ujung malam
Aku hafal benar aroma
angin menutup pintu yang kuketuk berulang
Di hari kelahiran
ketika angin mengutuk
di telinga saat impit hidup menyesak
Aku hafal benar liukan
angin pada ilalang menumpahkan inspirasi di ladang puisi
Seperti aku mengenal
benar diriku penuh sukatan ketidak sempurnaan
Dan aku benar paham
rasanya dilamun angin,
Yang merontokkan bulu
mata menatap cakrawala
Tempat kusandarkan do’a
Dan angin benar-benar
terlalu dekat di jendela
Membawa rinai,
Dan angin yang telah
merahimkan syair-syair
Karena aku tak akan
berkidung
Karena tandan duka telah
bersenandung angin
Bandung, 2020
*) Tandan Duka
Bersenandung Angin, diposting oleh Poetrypraire
puisi mingguan 29 oktober 2017 dan dibukukan pada Antologi Puisi

Comments
Post a Comment